Liburan telah usai, menandakan berakhirnya semua kehidupanku di masa SMP. Dan kini aku mengarungi derasnya kehidupan baru di SMA. Disana aku mengambil jurusan fisika, pelajaran yang aku gemari sejak SMP. Namun, aku tak sendiri. Banyak kerabat seangkatanku disana, bahkan kakak kelasku dulu.
Setelah tiga tahun menimba ilmu, akhirnya aku lanjut ke salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya. Disana aku merasa tergoncang. Bagaimana tidak, yang biasanya aku tinggal dirumah kini aku tinggal di sebuah kost. Tak lama kemudian, ku teringat perkataan guru SD ku dulu, "Tetaplah berjihad, kawan. Walau situasi tak nyaman bagimu". Aku termotivasi atas itu dan akhirnya aku bulatkan tekadku.
Setelah beberapa semester telah ku jalani, skripsi telah diterima baik, akhirnya ku raih gelar sarjana pertamaku. Seminggu kemudian, aku naik pangkat menjadi tenaga kerja baru di sebuah perusahaan ternama di Surabaya. Setelah sekian lama bekerja dengan setulus hati, akhirnya ku terima gaji per gaji dan ku tabung untuk ke pelaminan.
Disaat aku berusia 26 tahun, dunia memasuki musim penghujan. Sepulang kerja, jalanan metropolitan kebanjiran setinggi lutut dan memaksaku untuk berteduh di sebuah rumah makan ternama. Disana aku memesan seporsi makanan sembari menunggu hujan reda. Kebetulan juga, sang CEO rumah makan sedang menyapa penikmat kuliner.
Lima menit berselang, sang CEO coba menyapaku dan ku tatap wajahnya. Dari wajahnya, aku sudah tak asing lagi. Dia adalah Ainun, teman SMP ku yang aku senangi dan telah berpisah bertahun - tahun. Lalu, aku bernostalgia tentang masa SMP dengannya. Kejadian ini sama hal nya dengan memori 11 tahun yang lalu, yang pada saat itu aku lagi pandangan pertama selepas aku menolong dia. Sembari bernostalgia, aku jadi teringat usia bahwa aku harus menikah tahun ini. Mengenai itu, aku ajak dia menikah dan akhirnya dia mau.
Setelah serangkaian ta'aruf terlaksana, minggu depan aku dan Ainun menjalani akad nikah di rumah orang tuaku. Besoknya, aku dengannya menjalani resepsi pernikahan di salah satu ballroom hotel ternama. Setelah serangkaian acara terlaksana, akhirnya aku dan Ainun hidup bahagia selamanya setelah terpisah selama 11 tahun lamanya.
Setelah serangkaian ta'aruf terlaksana, minggu depan aku dan Ainun menjalani akad nikah di rumah orang tuaku. Besoknya, aku dengannya menjalani resepsi pernikahan di salah satu ballroom hotel ternama. Setelah serangkaian acara terlaksana, akhirnya aku dan Ainun hidup bahagia selamanya setelah terpisah selama 11 tahun lamanya.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar