Sabtu, 04 April 2015

Cerita Pendek : "Langkap Tegap Gemilang"

     "Siap, grak !" "Hormat, grak!" "Tegak, grak!" "Langkah tegap maju, jalan!". Terdengar suara aba - aba serta hentakan kaki yang amatlah gagah. Yap, itulah suasana latihan dari tim paskibra sekolahku. Aku bergabung sejak kelas 7, dan telah mengikuti 2 kali lomba. Dan kini, aku dipanggil untuk masuk ke skuad lomba beserta kerabat lainnya. 
     Aku berlatih tak hanya di siang saja, jam istirahat pun diharuskan latihan. Awalnya, aku agak nervous karena latihan ini disaksikan oleh sejumlah siswa dan guru. Tepuk tangan bernyanyi seiring pasukan masuk ke lapangan. Tak hanya itu, sorakan takjub muncul seiring pasukan melakukan atraksi yang memukau. Setelah, beberapa pekan lamanya berlatih, akhirnya terlaksana juga gladi kotor. Gladi kotor telah terlaksana dengan lancar, maka besoknya diadakan renang di salah satu kolam renang ternama di Sidoarjo dan lusanya dilaksanakannya gladi resik. 
     Di gladi resik ini, semuanya serba lomba. Bagaimana tidak, lapangan sudah diberi garis batas dan sudah disiapkan seperangkat atribut (kostum, aksesoris, dll.) per anak. Aku merasa kagum dibuatnya, bagaimana tidak selama aku ikut lomba selalu memakai seragam putih putih biasa. Kekagumanku menjadi berlipat ganda karena seragam itu memakai warna kesukaanku, warna merah. Setelah memakai kostum, pasukan bersiap untuk gladi resik. Setelah sekian menit lamanya, gladi resik pun selesai dan para pelatih memuji dan salut terhadap perfomance pasukan. Tak terasa, besok sudah main. Para kerabat dan pelatih menyepakati agar tak begadang malam ini. "Jangan chattingan, apalagi nonton bola. Jaga fisikmu, dhek". Pesan pelatihku. 
     Minggu pukul 4 pagi, aku sudah terbangun, sholat, dan preparing. Jam 6 semuanya sudah berkumpul di depan sekolah untuk berangkat ke sana. 5 menit kemudian, transportasi telah tiba, semua kerabat masuk ke dalam dan kemudian berdo'a. Saat perjalanan, ku nikmati udara sejuk metropolitan di hari Minggu. Banyak pejalan kaki serta pengendara sepeda bertumpahan di sepanjang jalan raya.
     15 menit kemudian, aku dan kerabat sudah sampai di lokasi. Agak sedikit canggung diriku, melihat suasana sekitar. Bagaimana tidak, semua pasukan dari sekolah lain berangkat dengan bermacam bawaan dan ambisi yang sama. Lalu, pasukan check-in di pintu masuk dan segera menempati base camp. Aku pun terkejut, karena lomba ini seperti tak biasanya. Kali ini, base camp nya hanya terop bersekat rafia. "Sudahlah, nikmati aja. 'kan niatnya mau dapet jurara, bukan picnic" batinku berbisik seolah mendorong semangat pagiku.
     Pukul 7, semua peserta mengikuti upacara pembukaan di lapangan. Setelah selesai upacara, para pasukan bersantai sejenak sembari melalap santapan pagi dan lebih bersantai sembari mendapatkan nomor urut paling terakhir. Waktu ishoma tiba, aku menunaikan sholat dhuhur. Selepas itu, nuansa seketika tak bersahabat. Hujan turun dengan sederas - derasnya. Semua peserta ribet dibuatnya, bagaimana tidak hujannya nampes ke masing - masing base camp, termasuk sekolahku. Semuanya bergegas merapikan tas dan sepatu, dan akhirnya hujan mereda juga. Alhamdulilah.
     Lomba dimulai lagi, satu per satu peserta menampilkan kegagahan dan kreativitasnya. Hari mulai agak gelap, kini saatnya unjuk kebolehan. Step 1, semuanya ke kamar mandi buat ganti bawahan dan cuci muka (perih banget broo..., pas kena sabunnya). Step 2, make over bergilir (lengket dimata coy... pas di eye liner). Step 3, mengeringkan make over (ini butuh waktu lama bro, buat hasil yang bagus). Step 4, ganti kostum (wah...., ini saat yang kutunggu). Step 5, Doa bersama (udah muncul nih nervousisasinya). Step 6, menuju DP 1 (jantung berdetak lebih kencang bro). Step 7, menuju DP 2 (jantung berdetak lebih kencang). Step 8, menuju DP 3 (jantung berdetak lebih kencang lagi). And finally, DP masuk (banyakin Al - Fatihah). Step by step udah terlaksana, waktunya beraksi. "Siap, Grak!" "Lencang depan, grak!" "Tegak, grak!" "Maju, jalan"............................................(5 menit kemudian) "Bubar, jalan!" ........ ""Variasi!"..................(2 menit kemudian) "Buka formasi!"..............(2,4 menit kemudian) "Sesuaikan medan, lari maju. jalan!"."Henti, grak!"
     Alhamdulillahirabbil'alamin. Step by step, gerakan demi gerakan telah terlaksana. Saatnya foto bersama. Adzan Maghrib berkumandang kencang, saatnya menunaikan sholat berjama'ah. Sholat ini tak biasa seperti tadi. Karena aku dan semua kerabat terbayang akan juara nantinya. "Yaudah, kita habis sholat. Mohon sama Allah agar kita dapat juara" kataku. Akhirnya terlaksana juga sholat maghrib itu. Saat kembali ke tempat, pengumuman lomba telah dilaksanakan. Semuanya kaget akan takut tak juara. Sudah mencapai juara harapan, nama sekolahku tak dipanggil. Hingga pada moment berikutnya, nuansa seketika berubah. Riang gembira, suka cita dan rasa syukur bercampur aduk menyelimuti sekolahku. Bagaimana tidak, sekolahku mendapat predikat juara 2 utama. Aku merasa senang dibuatnya. Lalu, aku dan kerabat berfoto bersama dan pulang dengan wajah sumringah tapi kelelahan.
     Esoknya, pasukan display selepas upacara. Tepuk tangan, sorakan gembira, kagum, serta sahutan nama terkombinasi di lapangan sekolah seraya bapak kepala sekolah salut. Semua perjuangan, pengorbanan, yang telah aku lakukan terbayar lunas sudah dengan prestasi yang mengejutkan ini.


Kamis, 02 April 2015

Cerita Pendek : "Untaian Benang Kejut"

     Waktu itu, masa pembelajaranku sudah diambang mata. Beberapa Try Out dan ujian telah aku jalani. Alhasil, hasilnya masih lumayan bagiku. Nah, menginjak bulan April ini aku akan menjalani Try Out di kotaku. Selama try out, aku telah mempersiapkannya secara matang. Bekal ilmu yang kutimba selama 3 tahun aku unjukkan disini beserta lantunan Do'a penolong untuk-Mu. 
     Dua minngu kemudian, hasilnya telah ditentukan. Alhamdulillah, Nilaiku sudah menunjukkan pendongkrakan yang signifikan, bertengger di sepuluh besar. Namun, itu malah berbeda dengan temanku yang satu ini, dia malah terperosot ke peringkat 40-an. Ku dibuat iba olehnya. Tapi kesedihan itu akan berakhir karena 3 hari kemudian dia akan berumur 15 tahun. "Aku kan buat dia tersenyum di harinya, aku harus bisa melakukannya, jangan seperti tahun lalu, hahahhahah" itulah bisikan di batinku. 
     Besoknya, aku udah mulai beraksi. Step pertama, aku cari tutorial yang sekiranya gampang. Step kedua, aku cari alat dan bahan yang diperlukan. step ini nggak gampang bro, sampe2 minta diskon ama yang njual. Step ketiga, mulai membuat. step ini lebih sulit dari step 2, butuh ketelitian n' kesabaran, bro. Step keempat, testimoni ke temen. step ini lah yang paling sulit, bro. bagaimana tidak, semua hasil karyaku dibilang tak sesuai n' tak berselera. Jadi, mau gak mau buat lagi deh. 
     Setelah step by step ku lakoni, kini tiba saatnya. Aku bawakan sebuah kotak berlapis batik sintetis persegi empat dengan berbungkus kresek item. Kubawa kotak itu seolah - olah bersifat rahasia bak seorang Ethan Hunt pada sekuel Mission Impossible. Bel masuk telah berbunyi, dimulakanlah jam ke 1. Waktu jam ke 4, kelas ku kosong karena sang guru sedang penataran di luar kota. Seketika kelas ku berubah menjadi pasar. Jam istirahat tiba, aku memilih menetap di ruang kelas. Jam ke 5, kelas ku lagi - lagi kosong karena gurunya harus melanjutkan pendidikan pascasarjana. 
     Ketika itu pula, temanku yang sedang berultah mendatangi kelasku sembari membawa sepiring kue tart ke dalam kelas. Mumpung dia ada disini, aku punya kejutan. Dia tak suruh tutup mata sekejap dan ketika dibuka, wow. sebuah kado menghampiri dirinya. "terimalah ini sebagai persembahan di harimu". Sontak dia membuka kado tsb. dan isinya adalah sebuah jilbab biru muda bercorak modern serta 2 biji bros sbg pelengkapnya. "Makasih ya. kamu baik banget dech", "iya, sama - sama".
     Esoknya, tanpa rasa malu. Dia tampak berseragam rapi dengan balutan jilbab putih sucinya plus bros bunga biru muda sbg pemanis wajahnya. Itupun juga sbg pemanis jiwa ragaku karena bros yg dipakai itu ialah bros made in myself. 

Minggu, 08 Maret 2015

Cerita Bersambung : "Aroma mawar dalam Guyuran Hujan" Part 1

     Pagi itu tak seperti biasanya, langit biru terselubungi oleh kegelapan mendung. Pertanda 'kan turun hujan. Aku sampai di sekolah pukul 06.20 dan nuansa masih hening. Begitu waktu menunjukkan pukul 07.00, guyuran hujan telah membasahi dunia seraya bel masuk bernyanyi kencang. Hujan turun tiada henti hingga pukul 12.30 dan memaksa siswa untuk berteduh. Kecuali aku, yang tetap menerobos untuk pulang segera,  tapi tak secepat yang ku kira. Aku melihat temanku sedang kesusahan di pinggir sungai. Semua barang bawaannya jatuh, dengan lugas aku bantu dia. Selepas itu, aku dengannya berteduh di sebuah warung. Disana, aku dibuat tak berdaya olehnya, pancaran wajahnya bagai cahaya bintang yang mengkacaukan lensaku dan senyumannya mengundang reaksi dibenakku. Tak befikir ganda, 'ku berkenalan dengannya dan siapakah dia ? dia adalah Ainun, teman yang aku segani sejak kelas 7. 
     Esok pagi, aku berangkat ke sekolah menunggangi sepeda. 25 meter kemudian, 'ku melihat dia dengan transportasi yang sama dan produk yang sama hanya warnanya saja yang berbeda. Waktu istirahat, aku menuju koperasi membeli jajan. Tak lama kemudian, ku sapa Ainun yang kebetulan lewat di depanku sembari membawa jajan yang sama denganku. Aku merasa heran dengannya, mengapa terjadi kesamaan antara diriku dengannya ? sepeda sama, jajan sama, apa - apa sama. "Ya Allah. Jika engkau memang menyesuaikan keadaanku dengannya, maka satukan diriku dengannya, Ya Allah." itulah untaian Do'aku pada Rabb-Ku.
     Dua pekan kemudian, diumumkanlah hasil ujian nasionalku kemaren, alhasil semuanya lulus dan lusanya aku dan kerabat seangkatan diwisuda. Setelah rangkaian acara wisuda terlaksana, aku teringat akan Ainun, aku belum mengucapkan salam dengannya. Akhirnya ku berlari mengitari sekolah seraya bertanya pada kerabat "Apakah Ainun, sudah pulang", "Sudah, emangnya kenapa ?", "Aku lupa 'tuk memberikan salam padanya. Btw Ainun besok sekolah dimana ?", "Ainun mondok di kampung halamannya, Purwokerto.". "Ya sudah, terima kasih".
     Oh tidak, sungguh frustasi aku dibuatnya. Mana mungkin aku mengejar sejuah itu. Kini aku hanya bisa berpasrah dan menunggu keajaiban dari Atas.

BERSAMBUNG............

Cerita Bersambung : "Aroma mawar dalam Guyuran Hujan" Part 2

     Liburan telah usai, menandakan berakhirnya semua kehidupanku di masa SMP. Dan kini aku mengarungi derasnya kehidupan baru di SMA. Disana aku mengambil jurusan fisika, pelajaran yang aku gemari sejak SMP. Namun, aku tak sendiri. Banyak kerabat seangkatanku disana, bahkan kakak kelasku dulu. 
     Setelah tiga tahun menimba ilmu, akhirnya aku lanjut ke salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya.  Disana aku merasa tergoncang. Bagaimana tidak, yang biasanya aku tinggal dirumah kini aku tinggal di sebuah kost. Tak lama kemudian, ku teringat perkataan guru SD ku dulu, "Tetaplah berjihad, kawan. Walau situasi tak nyaman bagimu". Aku termotivasi atas itu dan akhirnya aku bulatkan tekadku. 
     Setelah beberapa semester telah ku jalani, skripsi telah diterima baik, akhirnya ku raih gelar sarjana pertamaku. Seminggu kemudian, aku naik pangkat menjadi tenaga kerja baru di sebuah perusahaan ternama di Surabaya. Setelah sekian lama bekerja dengan setulus hati, akhirnya ku terima gaji per gaji dan ku tabung untuk ke pelaminan. 
     Disaat aku berusia 26 tahun, dunia memasuki musim penghujan. Sepulang kerja, jalanan metropolitan kebanjiran setinggi lutut dan memaksaku untuk berteduh di sebuah rumah makan ternama. Disana aku memesan seporsi makanan sembari menunggu hujan reda. Kebetulan juga, sang CEO rumah makan sedang menyapa penikmat kuliner. 
     Lima menit berselang, sang CEO coba menyapaku dan ku tatap wajahnya. Dari wajahnya, aku sudah tak asing lagi. Dia adalah Ainun, teman SMP ku yang aku senangi dan telah berpisah bertahun - tahun. Lalu, aku bernostalgia tentang masa SMP dengannya. Kejadian ini sama hal nya dengan memori 11 tahun yang lalu, yang pada saat itu aku lagi pandangan pertama selepas aku menolong dia. Sembari bernostalgia, aku jadi teringat usia bahwa aku harus menikah tahun ini. Mengenai itu, aku ajak dia menikah dan akhirnya dia mau.
     Setelah serangkaian ta'aruf terlaksana, minggu depan aku dan Ainun menjalani akad nikah di rumah orang tuaku. Besoknya, aku dengannya menjalani resepsi pernikahan di salah satu ballroom hotel ternama. Setelah serangkaian acara terlaksana, akhirnya aku dan Ainun hidup bahagia selamanya setelah terpisah selama 11 tahun lamanya.

TAMAT

Jumat, 06 Maret 2015

Cerita Pendek : "James Andalan"

     Di suatu metropolitan yang megah, berdirilah sebuah badan yang bernama "Andalan Corporation" yang beranggotakan para agen rahasia yang professional dan tentunya, andalan. Suatu hari datanglah pemuda yang bernama James. James adalah seorang pemuda yang lahir di tengah keluarga yang amat damai dari pasangan Bapak Jayahardi dan Ibu Pramesti. James dikenal sebagai anak yang cekatan, sigap dan terampil, tapi terkadang ia humoris, kocak, dan alay.
     James pergi ke markas Andalan bermaksud untuk mendaftarkan diri sebagai agen rahasia didik baru tahun 2015. Setelah semua persyaratan telah terpenuhi, James mengikuti serangkaian program seleksi. Alhasil, James harus menguburkan mimpinya karena hasil seleksi James semuanya remidi. Mengapa bisa terjadi ? itu semua karena ulah konyol dan ndeso James. Bagaimana tidak, dia pernah menginjak tai ayam, mempreteli senjata, dan parahnya lagi dia pernah memakai seragam dinas "Andalan Corporation" saat tidur. Oleh karena itu, James dijadikan sebagai Office Boy baru di "Andalan Corporation" menggantikan Mas Bibit yang telah mundur. 
     Hidup James sangatlah menderita, tapi tetaplah mengundang tawa. Bagaimana tidak, dia pernah mencampurkan garam ke dalam kopi yang diminum bosnya, lalu disemburkanlah kopi asin itu ke wajahnya ibarat mbah dukun yang mengobati pasien yang diguna - guna. 
      Lima tahun sudah James bekerja di "Andalan Corporation" sebagai Office Boy. Dan saat itu juga, terjadilah sebuah penyelundupan senjata api di ujung negeri. Dengan sigap, "Andalan Corporation" meluncur ke lapangan. Alhasil, selama 3 hari 3 malam, semua agen yang terjun ke lapangan balik tinggal nama, hanya seorang saja yang selamat. Mendapati kabar itu, James langsung beraksi, namun banyak yang tak merestuinya. Setelah bereyel - eyelan, akhirnya James turun ke lapangan.
     Disana James hanya sendirian, namun dihatinya tidak sendirian. Karena ada Allah yang selalu menemaninya. Sesampainya disana, James seolah - olah berani menghadapi komplotan jahat itu, tapi apa daya dia selalu bersembunyi ketakutan akan dibunuh hingga akhirnya James bertemu seorang kakek tua. Karena merasa iba, dia langsung memberikannya sego pecel plus iwak peyek. Sang kakek berterima kasih dan memberikan sebuah jam tangan kepadanya. Itu bukan jam tangan biasa, jam tangan itu memiliki kuasa yang sangat hebat. James langsung memakai jam itu dan seketika keadaan berubah. Dia sudah mulai berani berantem dan menghajar semua komplotan itu. Alhasil, para komplotan itu babak belur menandakan game over permainan kucing - kucingan tadi. 
    James balik dengan terluka - luka diraganya. Sesampainya di markas, James disambut dengan meriah atas keberaniannya. Alhasil, sang bos merasa terkejut sekejut - kejutnya dan melantik James sebagai agen rahasia teristimewa di "Andalan Corporation". Setelah itu, James diarak - arak keliling kota hingga pelosok kelurahan. 

Tutorial : "Membuat Google Calendar"

CARA MEMULAI

1. Bukalah https://www.google.com/calendar

2. Login, Masukkan username dan password anda, kemudian kita akan dibawa ke halaman dashbor googlekalender
Klik klik aja yang biru, biar kita ngerti dikit.. Setelah, klik klik yang biru diatas, Maka Google Kalender siap untuk digunakan


CARA MENGGUNAKAN
Tentukanlah waktu yang ingin anda jadwalkan, katakanlah disini, saya akan membuat rapat pada hari rabu jam 10, di aula. maka, saya akan klik pada persilangan antara hari rabu dan pukul 10, seperti gambar berikut


untuk melengkapi informasi pada agenda saya, maka saya akan klikEdit acara,
Kemudian mengisi apa apa saja yang diperlukan, seperti waktu, katakanlah dari jam 10 sampai jam 2 siang, kemudian tempaat acara, lalu penjelasan acara
jika sudah, klik simpan Mempublikasikan Kalender di Blog
organisasi yang aktif dibagian internet biasanya melakukan hal ini. kita bisa mempublikasikan kalender kita di blog, ikuti langkah berikut 

CARA MEMPUBLIKASIKAN
klik gear stelan yang ada di sudut kanan atas, pilih stelan

Pilih Tab kalender, kemudian klik nama kalender

Kemudian, Copy script kalender yang diberikan, , jika ingin mengcostumizenya, klik pada sesuaikan warna, ukuran dan opsi lainnya

Lalu, Login ke blog anda, buat artikel baru, dan pilih di bagian HTML, bukan Compose,. pastekan scriptnya di HTML. Kemudian lihatlah postingannya ,,

Jika keluar kalimat "acara dari satu atau beberapa kalender tidak dapat ditampilkan disini karena anda tidak memiliki izin untuk melihatnya" cukup kunjungi lagi stelan ubah di bagian bagi-pakai kalender ini,

jadikan kalendernya kalender umum

Tutorial : "Membuat Google Drive"

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kali ini saya akan memberikan langkah dalam membuat atau mendaftar Google Drive. Berikut langkah langkah yang akan diperlukan dalam pembuatan google drive.

1. Langkah pertama yaitu masuk ke browser dan pilih google
2. Langkah kedua yaitu kita klik icon kotak kotak kecil yang ada di pojok kanan atas lalu kita pilih google drive.
3. Kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini, jika anda sudah memiliki akun gmail anda tidak perlu membuat akun lagi, hanya cukup masuk dengan mengisi kolom seperti gambar dibawah ini dan jika anda belum memiliki akun gmail, silahkan untuk membuat akun gmail dulu. Bisa di lihat pada postingan sebelumnya.
4. Jika sudah akan muncul tampilan dibawah ini sebagai berikut. Ini merupakan tampilan awal jika kita sudah masuk dalam akun google drive kita.
5. Kita sudah masuk pada akun Google Drive kita, dan jika kita ingin membuat sebuah folder kita klik pada drive saya lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan kita beri nama sesuai nama yang keinginan anda.
6. Akun Google Drive anda siap digunakan.

Demikian, terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.