Waktu itu, masa pembelajaranku sudah diambang mata. Beberapa Try Out dan ujian telah aku jalani. Alhasil, hasilnya masih lumayan bagiku. Nah, menginjak bulan April ini aku akan menjalani Try Out di kotaku. Selama try out, aku telah mempersiapkannya secara matang. Bekal ilmu yang kutimba selama 3 tahun aku unjukkan disini beserta lantunan Do'a penolong untuk-Mu.
Dua minngu kemudian, hasilnya telah ditentukan. Alhamdulillah, Nilaiku sudah menunjukkan pendongkrakan yang signifikan, bertengger di sepuluh besar. Namun, itu malah berbeda dengan temanku yang satu ini, dia malah terperosot ke peringkat 40-an. Ku dibuat iba olehnya. Tapi kesedihan itu akan berakhir karena 3 hari kemudian dia akan berumur 15 tahun. "Aku kan buat dia tersenyum di harinya, aku harus bisa melakukannya, jangan seperti tahun lalu, hahahhahah" itulah bisikan di batinku.
Besoknya, aku udah mulai beraksi. Step pertama, aku cari tutorial yang sekiranya gampang. Step kedua, aku cari alat dan bahan yang diperlukan. step ini nggak gampang bro, sampe2 minta diskon ama yang njual. Step ketiga, mulai membuat. step ini lebih sulit dari step 2, butuh ketelitian n' kesabaran, bro. Step keempat, testimoni ke temen. step ini lah yang paling sulit, bro. bagaimana tidak, semua hasil karyaku dibilang tak sesuai n' tak berselera. Jadi, mau gak mau buat lagi deh.
Setelah step by step ku lakoni, kini tiba saatnya. Aku bawakan sebuah kotak berlapis batik sintetis persegi empat dengan berbungkus kresek item. Kubawa kotak itu seolah - olah bersifat rahasia bak seorang Ethan Hunt pada sekuel Mission Impossible. Bel masuk telah berbunyi, dimulakanlah jam ke 1. Waktu jam ke 4, kelas ku kosong karena sang guru sedang penataran di luar kota. Seketika kelas ku berubah menjadi pasar. Jam istirahat tiba, aku memilih menetap di ruang kelas. Jam ke 5, kelas ku lagi - lagi kosong karena gurunya harus melanjutkan pendidikan pascasarjana.
Ketika itu pula, temanku yang sedang berultah mendatangi kelasku sembari membawa sepiring kue tart ke dalam kelas. Mumpung dia ada disini, aku punya kejutan. Dia tak suruh tutup mata sekejap dan ketika dibuka, wow. sebuah kado menghampiri dirinya. "terimalah ini sebagai persembahan di harimu". Sontak dia membuka kado tsb. dan isinya adalah sebuah jilbab biru muda bercorak modern serta 2 biji bros sbg pelengkapnya. "Makasih ya. kamu baik banget dech", "iya, sama - sama".
Esoknya, tanpa rasa malu. Dia tampak berseragam rapi dengan balutan jilbab putih sucinya plus bros bunga biru muda sbg pemanis wajahnya. Itupun juga sbg pemanis jiwa ragaku karena bros yg dipakai itu ialah bros made in myself.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar